Jangan mengamati Burung, nanti ketagihan*

saya selalu bilang kepada kawan-kawan saya tentang aktifitas kami di dunia birdlife atau kehidupan alam bebas burung-burung, saya patut berbangga diri, seakan sayalah yang paling paham dari audience saya pada saat itu, apapun yang saya katakan selalu benar karena mereka meng-iya-kan apapun yang saya katakan.

hahahahhaa abaikan itu semua.

jadi begini, saya tidak pintar-pintar dalam mengolah kata atau membuat sebuah berita yang baik dan benar, apa yang saya ingin tulis akan saya tuliskan, dan yang tidak ingin saya tuliskan tetap akan saya tuliskan juga, semisal ini, PERTEMUAN PENGAMAT BURUNG INDONESIA-VII yang akan dilaksanakan pada tanggal 10-12 November 2017 di TWA Madapangga Bima.
saya sangat malas menulis tentang ini semua, mulai dari pergolakan dengan team sindikat sampai dengan pergolakan batin bahkan pergolakan yang lebih besar lagi semisal pergolakan kepentingan dengan pemerintah misalnya.
terlepas dari itu semua, pertemuan pengamat burung indonesia-vii ini merupakan pertemuan yang sudah diadakan selama 10 tahun sejak tahun 2007 silam, jadi pada tahun ini, tema yang diangkat adalah tema yang berkaitan dengan bisnis.

waooo….
tidak bisa di pungkiri lagi, bisnis dalam dunia perburungan sangat bagus, baik dalam jual beli ataupun melihat di alam bebas tempat mereka hidup.
dalam hal jual beli burung atau satwa, pemerintah negeri ini sudah mengaturnya dalam perundang-undangan, mana saja satwa yang bisa di perjual belikan, mana yang tidak bisa, cuman sampai saat sekarang, penegakan peraturan tersebut sangat terkendala di beberapa daerah (saya pikir bukan saja beberapa daerah, namun seluruh nusantara ini) oleh beberapa oknum yang mengatasnamakan konservasi dan lain sebagainya, mereka berusaha menangkar satwa didalam sangkar dengan alasan untuk perkembang biakan dan hobi, hobi, ya hobi, sangat tidak masuk akal bagi saya ketika hobi menangkar satwa ini, hanya ingin mendengar suaranya mereka mengambil satwa di alam bebas untuk di masukan dalam kurungan, ibarat manusia, di kekang kebebasannya didalam kurungan, di kasi makan dan minum saja, tidak bisa berekspresi kesana kemari, apa ituu, apaaaaaa…..
ah sudahlah, tidak baik mengutuk seperti itu, toh itu cuman burung, mereka tetap akan berkicau didalam sangkar (kata mereka).
lantas bagaimana burung bisa menghasilkan uang dari alam bebas mereka?
ini pembahasan yang cukup alot saya rasa, cukup panjang saya pikir, dan cukup ribet jika di aplikasikan oleh orang yang tidak berpengalaman, hahaha
jadi begini, mendapatkan uang dari burung di alam bebas itu ada beberapa macam, salah satunya adalah PENGAMATAN burung, salah duanya adalah FOTOGRAFI burung, salah tiganya adalah MEMBANTU ABAH-ABAH AGAR TIDAK MENANGKAP BURUNG di alam bebas.
kita bahas satu-satu.
1. mendapatkan uang dari PENGAMATAN burung.
caranya gampang.
amati burung dan undang orang untuk mengamati burung juga.
fak, itu ga gampang bro?
gampang kalau kita sudah mengamati burung dengan tingkah polanya di sebuah wilayah, anggap saja wilayah itu adalah wilayah taman wisata atau geopark atau taman nasional, secara di tiga tempat itu pasti akan banyak burung dengan beraneka ragam warna yang tidak bisa di jumpai dimanapun di dunia ini, kita amati tingkah lakunya, kita catat kebiasaannya, kita perhatikan dimana dia bermain, kita tau kapan dia ada di lingkungan tersebut, kita hafalin banyaknya seberapa yang biasa muncul di area itu, buat sebuah checklist perjumpaan, buat sebuah checlist target apa saja yang harus diamati di daerah itu, dah selesai.
selepas itu, berikan kabar kepada pemerintah desa atau pemerintah RT dan RW tentang keberadaan satwa yang ada di daerah mereka, buatkan peta dasar penyebaran mereka, buatkan komitmen dengan daerah tersebut agar menjaga satwa tersebut dan janjikan mereka bahwa “burung bisa menghasilkan uang yang banyak” dibanding menangkap mereka untuk di sangkar dan di sembelih.
setelah kita berikan kabar kepada para pemangku kebijakan tingkat desa atau RT dan RW di tambah pemuda yang ada, kita up hasil yang kita dapat di media sosial, biarkan dunia tau bahwa di tempat kita ada jenis yang tidak pernah mereka liat secara langsung di belahan dunia lain, otomatis, bagi yang benar-benar ingin melihat langsung di habitatnya jenis tersebut pasti akan datang dan memberikan kabar ke kita sebagai penemu awal akan kedatangannya ke wilayah kita, dah, kalau dah gitu, siapin amunisi untuk jalan bawa tamu itu, kasi kabar ke pemangku kebijakan bahwa ada tamu yang akan datang untuk melihat satwa tersebut di alam bebas, beri kabar ke pemuda desa sekitar untuk mengantar lebih lanjut tamu tersebut, berikan harga yang pantas untuk apresiasi kepada pihak pemuda yang antar atau tentukan tarif dasarnya sekalian lewat pertemuan desa atau pertemuan pemudanya. selesai!
uang datang kan??? hahahah saya tertawa dahulu sebentar, gampang banget!!
2. FOTOGRAFI BURUNG
ini yang masih menjadi perdebatan akhir-akhir ini, apakah fotografi burung itu susah atau gampang, apakah fotografi burung itu harus menjinakkan dahulu burung yang harus di foto atau tidak, apakah fotografi burung itu harus detail bulu-bulunya atau bagaimana.
kita bahas secara singkat.
saya berani mengatakan, orang yang melakuan foto burung khususnya dengan cara men-set-ing burung tersebut pada sebuah tempat dan sebatang pohon adalah orang terbodoh yang pernah ada di dunia ini.
bodoh!!! bodoh banget malah saya katakan.
kenapa mereka bodoh?
jadi gini, satwa, khususnya burung memang bisa di jinakkan untuk mengikuti kemauan kita manusia, namun jika kita balikan keadaannya, burung yang atur manusia dan manusia di jinakkan oleh burung, mampus dah!!
kaki di lem di pohon, otomatis sayap burung itu pasti mengepak secara cepat untuk keluar dari lem tersebut, sakit? pastinya sakit banget.
kalau mau mendapatkan foto yang baik dan benar dan tidak mengganggu satwa di habitatnya, datanglah ke habitatnya dengan baik dan benar juga, pelajari yang ada, ketahuilah pola tingkah laku satwanya dan berbaurlah dengan masyarakatnya, maka burung akan memberikanmu uang yang banyak.
kok bisa?
bisa banget, jadi gini, simple saja saya jelasin, ketika kita datang membawa kamera ber teropong panjang macam pipa paralon, orang di desa umumnya akan mengatakan bahwa kita sangat profesional dalam menghasilkan foto-foto yang luar biasa, bahkan sangat di sanjung oleh orang desa, nah ini adalah langkah awal mengenal masyarakat sekitar satwa itu bermain, bagaimana kita mengedukasi warga sekitar agar menjaga lingkungan dan satwa akan sangat mudah nantinya, kita berikan contoh-contoh gambar yang kita hasilkan, kita berikan pemahaman kepada warga bagaimana cara dan menjaga satwa tetap di alamnya, selanjutnya ketika tugas itu telah terlaksana, tugas kita sebagai fotografer satwa di alam liar yang benar-benar bebas satwanya adalah mengundang orang-orang dari luar daerah tersebut untuk datang menikmat hasil alam dengan kamera mereka.
berikan mereka list atau minta list target mereka, usahakan semuanya ada di daerah tersebut. dah selesai.
gampang banget kan?
mau yang ribet, ga usah ribet, cukup itu saja dulu.
3. membantu abah-abah agar tidak menangkap burung.
penjelasannya sangat lauar biasa ini, saya tidak akan menjelaskannya karena sudah dijelaskan pada point satu dan dua yang intinya memberdayakan warga sekitar lokasi dan area untuk mendapatkan uang dari kegaitan minat khusus ini.

SELESAI!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s