wanita,Burung dan stress akut

Masih tentang permasalahan burung yang tidak terlepas dari permasalahan wanita, entah apa maksud dan tujuan saya mengatakan dan menulis tentang ini semua, yang jelas tingkat stress menghadapi wanita dan burung sama tingginya dibanding menghadapi pailit sebuah perusahaan.
Saya nyempil sedikit tentang yang terjadi dalam sebuah perusahaan yang pailit.

perusahaan yang pailit dalam banyak hal memang membuat stress sangat tinggi bahkan bisa dikatakan tingkat stress menghadapi perusahaan yang pailit menuju arah gila, namun ada sisi baiknya juga, perusahaan yang pailit tidak terlalu ribet memikirkan uang pesangon karyawan (saya kira) dan hal-hal semacam itu, yang mudahnya adalah perusahaan yang pailit akan gampang di akuisisi oleh perusahaan lain agar bisa di hidupkan lagi atau di binasakan sekalian.
berbicara perusahaan, akhir-akhir ini juga saya sering membaca timeline kawan-kawan di media sosial tentang penjualan aset negara kepada negara lain, entah benar atau tidak, itu sedikit menggelitik saya yang secara pribadi saya adalah orang di negeri ini, apakah tidak ada cara lain untuk memegang aset tersebut sehingga harus di jual ke negara lain?
ah entahlah, lebih baik saya berpikir bagaimana menghadapi wanita dan burung saja dibanding mengurus perusahaan pailit dan aset negara ini, karena bagi saya, saya menikmati stress yang ada pada keduanya, antara wanita dan burung.
kemarin saya pernah lihat timeline yang dibagikan oleh seseorang di beranda saya, ada seorang wanita yang menganjurkan wanita lain agar mendukung hobi dari suaminya, saya pikir sedikit ada benarnya juga, ketika hobi tersebut di salurkan ke arah yang baik dan benar serta positif, ya pasti itu akan sangat berguna bagi lelaki, macam saya inilah, hobi keluar masuk hutan hanya untuk dokumentasi satwa berupa burung, jika tidak di support oleh wanita hebat, apalah saya dan team saya ini, hanya remah roti.
Jadi dimana titik temu antara judul diatas dengan apa-apa yang saya katakan dari tadi?
Jadi begini, wanita dan burung itu sesuatu yang sangat spesial, tanpa wanita burung tidak akan pernah didokumentasikan dengan baik dan benar, contoh kecil saja “pah, hati-hati yang di hutan, jaga kesehatan, jangan jalan tanpa alas kaki, ntar kepatok ular kalau malam” itu contoh kecil perhatian wanita kepada lelaki yang pergi berburu foto satwa terutama burung pada malam hari, nah jika pada siang hari bahasanya akan beda “pah, jangan maen di sungai, ntar banjir” (sebentar saya mikir, maksudnya apa ini, hujan tidak, mendung tidak, petir apa lagi, ah sudahlah).
Namun dari itu semua, stressnya tingkat dewa, “pah balik cepat, ga ada air di galon neh” “pah, balik cepat, arang untuk bakar ikan ga ada ne” oh tuhaaaaaan…..padahal didalam mirror kamera sudah siap-siap terekam ke memori card elang flores yang lagi bertengger namun karena bunyi hape akhirnya pergi, stress berat sudah.
memang wanita tiada duanya, semua keinginan harus di penuhi dengan segera, kemanapun kau pergi didalam kotamu, oh tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s