Ijinkan saya tertawa

sekilas, memang saya orang yang penuh dengan ambisi, tidak bisa di pungkiri lagi bahwa apa yang saya ambisikan sekarang adalah hal yang sangat luar biasa bahkan di anggap gila oleh orang-orang terdekat saya sendiri.

Jadi postingan kali ini adalah curhat ringat agar enak di baca saja.

Jadi, begini, mimpi saya di siang hari ketika tidur adalah menjadikan sebuah desa agar orang-orang di desa tersebut patuh dan mau bekerjasama untuk membentuk satu kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, bukan karena kehidupan mereka tidak baik sebelumnya, bahkan bisa di bilang, kehidupan mereka sangat baik bahkan lebih baik dari sekarang, lantas apa masalahnya?

tahun 2008 ketika saya memutuskan untuk kembali ke kota ini, kota kelahiran saya, cita-cita itu saya sampaikan kepada orangtua saya sendiri “be, mari kita bentuk lagi KUD yang babe tinggalkan dahulu” namun jawaban dari orang tua saya adalah “apakah kami memiliki parang yang sudah di asah dengan baik, apakah kamu masih memiliki hati nurani? apakah kamu mau di cemo’oh oleh orang-orang dikampung ini?” dan aku terkejut mendengar apa yang di bilang oleh babe padaku saat itu.

“nak, aku yang sudah atas bawah mengurus orang-orang dikampung ini, sampai saat ini aku masih di cemo’oh oleh banyak orang di sini, namun mereka tidak berani menyebut namaku di depanku, mereka masih berbicara secara diam-diam dibelakangku dan menjelekkan aku, aku tidak mau itu terulang padamu, tinggalkan desa ini, hiduplah di pusat kota, dimana orang-orang sudah tidak peduli lagi siapa tetangga meraka”

dan aku masih kaget dengan perkataan itu sampai saat sekarang, masih menerawang aku apa yang harus di lakukan, secara aku bukan aparat sipil negara atau dalam bahasa kerennya pegawai negeri sipil di daerah ini, o iya, aku kabarkan kepada kalian, hanya orang yang berbaju keki yang di dengar perkataan di daerah ini, percuma orang macam aku yang tidak tentu arah ini ngomong ke khalayak umum….

Ambisiku terlalu besar jika ku ukur sekarang, bagaimana tidak, sekarang aku hampir melihat dunia yang begitu luas ini, aku sedikit belajar kepada orang-orang yang telah sukses dengan baik mengelola orang-orang disekitar mereka, aku sedikit belajar dari mereka bagaimana memanfaatkan sesuatu dengan baik dan benar, aku sedikit sekali belajar pada mereka yang tau kapasitas mereka, aku sedikit belajar mengeksekusi apa yang di pikirkan dan dilakukan oleh orang.

DAN AKU BUKAN SEORANG PENGECUT, YANG LARI DARI SEMUA YANG KU MULAI, AKAN KU SELESAIKAN APA YANG HARUS KU SELESAIKAN WALAPUN BUKAN AKU YANG MEMULAINYA…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s