Category Archives: Pantai dan Laut

perjalanan pantai, laut, free dive dan scuba dive

Masih ada panas di Toro Doro

Jam 11 malam, perjalanan dari daerah pusat pemerintahan kabupaten Dompu menuju selatan Dompu, tepatnya arah Lakey Peak atau pantai lakey yang berhadapan langsung dengan samudera selatan, tujuan utamanya bukan ke pantai Lakey, namun ke salah satu spot Mata Air Panas Bumi yang berada di perbatasan Dompu dan Kabupaten Bima, tepatnya di daerah Nanga Doro atau masyarakat setempat menyebutnya Oi Pana.
Dalam bahasa indonesia, Oi Pana adalah Air Panas, salah satu keajaiban yang ada di wilayah dompu bagian selatan yang berjarak 1 jam perjalanan dari wilayah pusat pemerintahan kabupaten Dompu.

Kubangan Air tawar diatas sumber mata Air Panas Bumi di Nanga Doro / Toro Doro / Oi Pana

Ketika sampai di lokasi Sumber mata Air panas Bumi tersebut pada jam 5 pagi, kami sebelumnya mendirikan tenda di atas lokasi tersebut, di sebuah bbukit yang menghadap langsung ke lautan lepas bagian selatan atau samudera selatan, pemandangan malam ketika bulan mati merupakan satu keajaiban tersendiri, langit bertabur bintang, galaksi bimasakit yang nampak jelas dan bagi yang ingin memanaskan sensor kamera DSLR atau SLT atau Mirrorlesnya bukit tersebut adalah salah satu spot yang sangat tepat untuk menyiksa sensor kamera anda.
Continue reading Masih ada panas di Toro Doro

Advertisements

Garam, Asin dan Bima

Indonesia merupakan negara kepualauan, otomatis di kelilingi oleh lautan dan teluk yang sangat indah, namun dibalik itu semua, ada satu rahmat tuhan yang sering di manfaatkan oleh manusia untuk membantu dan membuat masakan jadi nikmat “Garam”, ya dalam bahasa bima, Garam adalah “Sia”, namun jangan mengucapkan kata “sia” kepada seseorang yang sedang berbicara dengan kita, karena makna kata “sia” bukan hanya untuk garam, namun kata “sia” bisa berarti “dia”, jika ditambah dengan “doho” maka berarti “mereka”, itu konteks percakapan dengan orang dan sedang membicarakan orang lain.
dahulu, garam merupakan barang sakral (setidaknya), namun sekarang di Bima akan sangat mudah mendengar kata “sia sia siaaa, sampuru riwu sakampi, siaaaaa” yang artinya adalah “garam garam garaaaam, sepuluh ribu satu karung, garaaaaaam” kata tersebut keluar dari speaker toa dari mobil pickup atau mobil bak terbuka yang berkeliling dari pelosok ke pelosok Bima untuk menawarkan garam ke tiap penduduk.

Garam segar yang di produksi secara tradisional di wilayah Kec. Woha dan Bolo Kab. Bima

Menurut sebuah referensi, pembuatan garam dilakukan di tambak, Tambak Garam adalah kolam dangkal buatan yang dirancang untuk menghasilkan garam dari air laut atau air asin lainnya. Air laut atau air garam dimasukkan ke kolam besar dan air dipisahkan dengan garam melalui penguapan alami yang memungkinkan garam untuk dipanen. Selama lima tahun yang dibutuhkan bagi air teluk untuk benar-benar berubah menjadi air garam, air tersebut dipindahkan dari satu kolam penguapan ke kolam yang lain. Pada tahap akhir, ketika air garam sepenuhnya jenuh, ia dipompa ke Crystalizer di mana hamparan garam setebal 5 sampai 8 inci siap dipanen.
Continue reading Garam, Asin dan Bima

Bermain dengan dunia Bawah Air

Ganggang laut (Kolo Kota Bima)

Tuhan maha adil, sangat adil memang, dia menciptakan semua mahluk hidupnya dengan kapasitas masing-masing, dia menciptakan semua yang ada di dunia ini dengan berbagai macam bentuk, warna dan segalanya.
Dunia atas dipenuhi dengan warna yang indah, tak kalah dengan dunia bawah air, menyuguhkan semua warna yang tak ada di dunia atas atau dunia udara, menikmati keindahan ciptaan tuhan yang maha sempurna, menikmati keindahan ciptaan tuhan yang begitu porposional….
tak ada kata untuk mengungkapkan begitu indahnya itu, menikmati dan menikmati lagi hanya itu yang bisa dikatakan.

Frame & warna

Menggapai Merah

Disela berburu satwa yang ada di Bima, Kota Bima dan Dompu,sambil menunggu hadirnya satwa dan sambil berjalan di dalam alam yang begitu tenang dan sambil menikmati kopi yang di hidangkan oleh tangan yang lahir dari alam, kami [utamanya saya] sesekali mengambil moment yang lain sebagai file sampingan untuk belajar dan mengingat lagi tentang teori fotografi yang pernah di dapat secara otodidak dahulu.
Frame, dalam bahasa indonesianya adalah bingkai, namun yang dimaksud bingkai dalam fotografi di sini adalah objek tambahan yang mengelilingi sebuah objek untuk mengisolasi objek tersebut agar menjadi point of interest tersediri dan mengarahkan mata ke arah yang di inginkan oleh fotografer tersebut.
Frame bisa diartikan secara luas dan bisa diartikan secara sempit, dalam artian secara luasnya sangat tidak mungkin saya jabarkan di sini, namun secara sempitnya seperti yang saya gambarkan secara singkat diatas.
Continue reading Frame & warna