Category Archives: Gunung

perjalanan pendakian

JURNAL PERJALANAN PENDAKIAN TAMBORA VIA JALUR MAKAM

LAPORAN PERJALANAN PENDAKIAN TAMBORA VIA JALUR MAKAM.

A post shared by la hila (@gizan__) on

Tanggal 13 april, chema datang melalui jalur udara dari banjarmasin menggunakan pesawat lion air dengan transit di bali, di jemput oleh ganja di bandara dan langsung menuju kota bima untu istrahat, namun sebelum sampai di tempat penginapan, menurut ganja, mereka makan siang dahulu di seputaran amahami dengan menu khas bima berupa sayur bening daun kelor dan ikan teri serta “docco”, pada jam 3 sore, mereka menuju ke sebuah penginapan di kota bima, chema menginap di tempat penginapan tersebut, dan ganja kembali ke mangga3.

Malam tanggal 13 april, cecep tiba di bima menggunakan jalur darat dari terminal mandalika lombok menuju terminal dara kota bima, lama perjalanan sekitar 12 jam, cuaca penyebrangan sangat bersahabat dan kecepatan bus yang di tumpangi cukup stabil sehingga para penumpang tidak meraksakan hal-hal yang aneh didalam bis semisal mabuk perjalanan atau yang lainnya.
Continue reading JURNAL PERJALANAN PENDAKIAN TAMBORA VIA JALUR MAKAM

Advertisements

Madapangga, kisah para satwa yang mulai hancur.

Di homepages umalengge.com saya sempat menulis tentang madapangga, dalam waktu bersamaan juga saya kepikiran untuk menulis di blog pribadi saya, ya walaupun saya bisa mengatakan bahwa umalengge.com juga merupakan blog pribadi juga atas nama komunitas panggita mbojo sebenarnya, tapi tak apalah, saya double menulis tentang madapangga.
Di blog saya ini saya akan menulis tentang nasib satwa yang ada di madapangga, baik jenis aves, reptile dan mamalia nya, waoooo ada 3 jenis yang harus saya deskripsikan sesingkat mungkin rupanya, saya akan coba dahulu satu persatu, lumayan panjang juga untuk pembahasan ini jika saya uraian secara lengkap mengenai satwa di madapangga ini.

panas, madapangga
panas, madapangga

Saya telah merancang sebuah buku pandauan burung untuk wilayah madapangga, dan itu merupakan sebuah hutang bagi saya pribadi untuk menyelesaikannya, menyelesaikan dalam waktu secepat mungkin karena laju kepunahan satwa di madapangga sangatlah cepat, dibanding dengan laju pertumbuhan pohon dan perkembang biakan satwa yang ada di madapangga sendiri.
Continue reading Madapangga, kisah para satwa yang mulai hancur.

ecowisata kaowa

Mungkin terlalu naif ketika pribadi saya mengungkapkan ECOWISATA KAOWA, ya itu terlalu naif bagi saya, namun itu cita-cita saya untuk sebuah desa di atas gunung sana, desa yang begitu ramah terhadap kedatangan para tamu, desa yang masih memiliki beberapa tradisi suku mbojo, desa yang memiliki cerita tersendiri dalam kehadiran dana mbojo.

salah satu pemuda yang peduli terhadap kelangsungan ekosistim desa kaowa
salah satu pemuda yang peduli terhadap kelangsungan ekosistim desa kaowa

Banyak yang mengatakan bahwa Ecowisata di bima pada umumnya hanyalah sebuah khayalan tingkat tinggi yang tidak akan bisa di gapai dalam 10 tahun kedepan, namun bagi saya (pribadi) itu mungkin saja bisa lakukan, kesadaran masyarakat bima pada umumnya tentang penggunaan lahan dan pembukaan lahan baru di beberapa bukit yang ada sudah semakin berkurang (katanya).
Continue reading ecowisata kaowa

Mbawa, Ncuhi dan Donggo

sunrise [at] Uma Ncuhi / Uma Leme

masih tentang bima, negeri para raja yang menjunjung tinggi adab agama, negeri yang masih menjunjung tinggi tata krama adat istiada kepada manusia dan Tuhan.
Berbicara mengenai kerajaan bima dalam kontaks sejarah, saya bukanlah pakarnya, saya bukanlah mengetahui sedikit dari sejarah tersebut, namun saya penikmat keindahan yang ada di bima ini, ya walaupun di bilang bahwa bima ini bukan kategori “fotogenik” atau yang biasa di katakan oleh kawan saya “mengambil foto pemandangan di bima sangat susah untuk terlihat cantik, namun mengambil foto yang ada di daerah lombok sangat mudah untuk mendapatkan foto yang cantik karena sudah foto genik” itu kata kawan saya.
Namun bagi saya, ada tantangan tersendiri ketika mengambil pemandangan yang ada di bima, salah satunya adalah di daerah Mbawa tepatnya di UMA NCUHI / UMA LEME. butuh waktu yang sangat tepat untuk mendapatkan warna yang pas, dan butuh hari yang tepat untuk mendapatkan cahaya yang tepat.
Continue reading Mbawa, Ncuhi dan Donggo

Bendera itu masih………

Di puncak itu bendera kami berkibar sebagai penguasa dan penyatu warga (foto by : Gizan Hila / Abdul Azis)

heeeem…….jika dikatakan kepada kami apa warna dari lambang negaramu, kami mengatakan “merah dan putih yang digabung menjadi satu”, yeach, merah kami berani dalam keadilan dan kebenaran yang nyata, dan putih kami bersih dari segala kegilaan dunia yang menjerat kehidupan kami.
Apalah arti dari sebuah lambang jika kita yang ada tidak menghargainya sebagai sebuah norma kehidupan, apalah arti dari sebuah lambang jika kita yang ada tidak pernah menghargai apa yang dilakukan oleh diri sendiri dan orang lain yang lebih baik dari yang kita lakukan.
Indonesia, sebuah negara yang begitu luas, yang dipisahkan oleh lautan yang dalam dan deras, Indonesia, sebuah negara yang sangat makmur dari segala sisi, makmur dari segala pandangan, Indonesia negeri yang kaya.
udahlah, tidak usah bahasa freeport dan newmont nusa tenggara dan lain sebagainya, apalagi bahas korupsi yang ada di negeri ini, sudahlah, nikmati dunia ini dengan apa adanya, tidak usah menghiraukan siapa yang menjadi pemimpin dan siapa yang di pimpin, pimpin saja diri sendiri dan keluarga terdekatmu (anak dan istrimu) sudah.
Continue reading Bendera itu masih………

Sangiang (sedikit cerita)

Gunung Sangiang (View dari Pelababuhan Sape Bima NTB)

Sangiang, Riwayatmu dulu.
Baru-Baru ini, gunung api yang terletak di wilayah utara kabuapaten bima ini memuntahkan laharnya, membuat hujan debu vulkanik yang sangat tebal, menunda beberapa penerbangan di Bandara internasional Darwin Australia, membuat hujan debu di NTT setinggi lutut, membuat waspada semua orang yang ada di Wera, Bima Kota, Sape, dan daerah pesisir Kabupaten Bima.
Sebentar, kita review ulang dulu, ini ada apa, ini kenapa, kok langsung pada inti permasalahan, kenapa dan mengapanya Sangiang memuntahkan Laharnya, kenapa bandara internasional di australia ga bisa menerbangkan pesawatnya, kenapa kota dan kabupaten bima yang berada di pesisit harus waspada?
Begitu banyak pertanyaan yang muncul ketika melihat keadaan ini, pada tanggal 31 Mei 2014 Gunung yang masuk dalam Ring Of Fire ini menampakan aktifitasnya lagi, Sangiang Timur memuntahkan Laharnya, membuat warga Wera (daerah pesisir yang berada dekat dengan gunung Sangiang) kelabakan menyelamatkan harta bendanya, lari kesana kemari.
Warga tidak menyeadari Gunung Sangiang memuntahkan laharnya, karena tidak ada tanda-tanda bahwa gunung itu akan meletus, tidak ada binatang yang turun,begitu tenang, begitu damai, namun memamatikan sangat. Pada hari itu, angin mengarah ke timur dan tenggara.
Continue reading Sangiang (sedikit cerita)

Punce (kenangan waktu itu)

Punu Nence (punce) Kota Bima.

Selingan dikala tidak memotret burung dan habitatnya.
tidak semata untuk mendedikasikan hidup kepada satwa liar, namun adakalanya kita terutama saya ingin melihat indahnya pemandangan alam yang terbentang di luar sana, menikmati udara dingin walaupun tidak dingin-dingin amat, menikmati makanan yang jauh dari kata sedap dan indah dipandang, menikmati kesendirian ketika bersama.
Memang banyak yang harus di jelajahi, namun setidaknya, langkah kecil kita terutama saya mungkin bisa memberikan sedikit nuansa yang berbeda.
Continue reading Punce (kenangan waktu itu)