Tag Archives: perlindungan

ecowisata kaowa

Mungkin terlalu naif ketika pribadi saya mengungkapkan ECOWISATA KAOWA, ya itu terlalu naif bagi saya, namun itu cita-cita saya untuk sebuah desa di atas gunung sana, desa yang begitu ramah terhadap kedatangan para tamu, desa yang masih memiliki beberapa tradisi suku mbojo, desa yang memiliki cerita tersendiri dalam kehadiran dana mbojo.

salah satu pemuda yang peduli terhadap kelangsungan ekosistim desa kaowa
salah satu pemuda yang peduli terhadap kelangsungan ekosistim desa kaowa

Banyak yang mengatakan bahwa Ecowisata di bima pada umumnya hanyalah sebuah khayalan tingkat tinggi yang tidak akan bisa di gapai dalam 10 tahun kedepan, namun bagi saya (pribadi) itu mungkin saja bisa lakukan, kesadaran masyarakat bima pada umumnya tentang penggunaan lahan dan pembukaan lahan baru di beberapa bukit yang ada sudah semakin berkurang (katanya).
Continue reading ecowisata kaowa

Advertisements

Cekakak Suci / Todirhamphus sanctus

Burung cekakak sungai (Todirhamhus chloris) sangat mirip dengan cekakak suci (Todirhamphus sanctus). Kedua burung ini masuk dalam famili alcedinidae yang memiliki ciri khas paruhnya yang besar dan bersarang di lubang-lubang tebing. Kedua burung ini memiliki pola warna yang hampir serupa, dan juga ukuran tubuh yang hampir sama. Banyak pengamat burung pemula yang bingung bagaimana cara membedakan cekakak sungai dengan cekakak suci ini. dan itu saya alami sendiri ketika pertama kali masuk kedalam dunia kehidupan burung.
Di Bima NTB sendiri, jenis kedua cekakak ini masih sangat umum dijumpai disekitar aliran sungai dan hutan perkotaan, husus untuk cekakak sungai, bisa ditemukan di sembarang tempat, di hutan kota, di pinggiran kota bahkan di sekitar rumah warga bisa dijumpai, namun untuk cekakak suci, di wilayah perkotaan semisal di taman kota dan rumah-rumah warga pinggiran kota sudah sangat jarang ditemukan.
Dalam bahasa bima, kedua jenis ini di sebut “tagere”, asal muasal sebutan nama ini masih simpang siur, namun dibelakang nama tagere di sematkan kata “mpinga” yang artinya “budek” karena jenis ini memang budek.

Cekakak Suci

dengan suara yang lantang, kedua jenis ini sangat mudah di identifikasi oleh para ahli walaupun tampa melihat bentuknya, suara yang mirip antara kedua jenis ini memang sering menipu untuk identifikasi juga, namun pada dasarnya, identifikasi jenis ini akan lebih mudah ketika melihat secara langsung fisik dan warnanya.
Continue reading Cekakak Suci / Todirhamphus sanctus