Tag Archives: NTB

Madapangga, kisah para satwa yang mulai hancur.

Di homepages umalengge.com saya sempat menulis tentang madapangga, dalam waktu bersamaan juga saya kepikiran untuk menulis di blog pribadi saya, ya walaupun saya bisa mengatakan bahwa umalengge.com juga merupakan blog pribadi juga atas nama komunitas panggita mbojo sebenarnya, tapi tak apalah, saya double menulis tentang madapangga.
Di blog saya ini saya akan menulis tentang nasib satwa yang ada di madapangga, baik jenis aves, reptile dan mamalia nya, waoooo ada 3 jenis yang harus saya deskripsikan sesingkat mungkin rupanya, saya akan coba dahulu satu persatu, lumayan panjang juga untuk pembahasan ini jika saya uraian secara lengkap mengenai satwa di madapangga ini.

panas, madapangga
panas, madapangga

Saya telah merancang sebuah buku pandauan burung untuk wilayah madapangga, dan itu merupakan sebuah hutang bagi saya pribadi untuk menyelesaikannya, menyelesaikan dalam waktu secepat mungkin karena laju kepunahan satwa di madapangga sangatlah cepat, dibanding dengan laju pertumbuhan pohon dan perkembang biakan satwa yang ada di madapangga sendiri.
Continue reading Madapangga, kisah para satwa yang mulai hancur.

Advertisements

Mbawa, Ncuhi dan Donggo

sunrise [at] Uma Ncuhi / Uma Leme

masih tentang bima, negeri para raja yang menjunjung tinggi adab agama, negeri yang masih menjunjung tinggi tata krama adat istiada kepada manusia dan Tuhan.
Berbicara mengenai kerajaan bima dalam kontaks sejarah, saya bukanlah pakarnya, saya bukanlah mengetahui sedikit dari sejarah tersebut, namun saya penikmat keindahan yang ada di bima ini, ya walaupun di bilang bahwa bima ini bukan kategori “fotogenik” atau yang biasa di katakan oleh kawan saya “mengambil foto pemandangan di bima sangat susah untuk terlihat cantik, namun mengambil foto yang ada di daerah lombok sangat mudah untuk mendapatkan foto yang cantik karena sudah foto genik” itu kata kawan saya.
Namun bagi saya, ada tantangan tersendiri ketika mengambil pemandangan yang ada di bima, salah satunya adalah di daerah Mbawa tepatnya di UMA NCUHI / UMA LEME. butuh waktu yang sangat tepat untuk mendapatkan warna yang pas, dan butuh hari yang tepat untuk mendapatkan cahaya yang tepat.
Continue reading Mbawa, Ncuhi dan Donggo

Uncal Buau

Uncal Buau
(take at ; Sangiang Api so Sori Peto, By : Abdul Azis Gizan

masih tentang sangiang, sebuah gunung api yang terletak di tengah lautan selat makassar bima, sebuah gunung api yang masih mistik (untuk saat sekarang), dan sebuah gunung api yang masih menyimpan sejuta bahkan beribu pesona akan flora dan fauna.
Kali pertama aku dan kawanku Arif “Ganja” taufikurrahman berkunjung kesana bersama dengan team BKSDA untuk inventaris keberagaman hayati baik flora dan fauna, aku secara takjub begitu terkesima melihat penampilan gunung api yang masih aktif ini secara langsung di kaki gunungnya, memiliki ketinggia 1800 MDPL, merupakan gunung api aktif yang di idam-idamkan oleh sebagian para pendaki di indonesia setelah anak gunung krakatau ataupun ibunnya gunung krakatau.
Continue reading Uncal Buau

Bondol Pancawarna / Lonchura quinticolor

Bondol Pancawarna

Masih sama dengan postingan-potingan sebelumnya tentang dunia perburungan, kali ini, saya yang tergabung dalam team SINDIKAT wildlife bima-dompu melakukan perjalanan ke wilayah utara Bima, tepatnya di Pulau sangiang api, ya, sangiang api merupakan satu pulau gunung api aktif yang ada di wilayah Bima, terletak di tengah lautan dan merupakan tempat yang potensial bagi habitat satwa di Bima.
Continue reading Bondol Pancawarna / Lonchura quinticolor

Moment Birdslife

Love in The Air…….

Tak ada yang lebih sensual bagi saya ketika bisa menangkap beberapa moment dari satwa yang saya abadikan lewat kamera DSLR di tangan dan berada di hutan belantara, rawa dan rimba, sebuah kepuasan tersendiri bagi saya walaupun ada yang bilang saya”gila” untuk itu.
Namun, rasa “gila” saya terpuaskan ketika semua itu di bayar dengan moment yang sangat langka dan moment yang jarang ada, dari setiap moment yang ada, ada beberapa moment (kejadian) yang hanya berlangsung sekitar hitungan detik, yeach hitungan detik tampa sampai menit dan itu hanya kadang terjadi sekali dalam setahun ataupun seumur hidup.
memang benar yang dikatakan oleh beberapa orang, berpacu dengan derasnya pengrusakan alam di indonesia kita di tuntut untuk selalu cepat dalam mengambil gambar agar generasi kita bisa mengenalnya bukan hanya sebuah cerita, namun lebih dari itu, mereka akan melihat gambarnya dengan nyata.
Moment dari setiap kegiatan birdlife sangat jarang di dapatkan dengan sempurna dalam keadaan yang tidak terduga, yeach walaupun sebenarnya moment tersebut bisa kita kejar dengan sedikit usaha yang maksimal, namun bagi kami yang berada jauh dari keramian kota besar yang di lengkapi dan dimanjakan oleh peralatan mewah, kami hanya bisa memaksimalkan apa yang ada.
1. Bercinta di Udara
bercinta di Udara

Mungkin bagi sebagian orang, sangat mustahil melakukan ML di udara, baik itu menggunakan parasut atau alat pendukung lainnya, namun tidak demikian dengan sepasang Elang laut Perut Putih ini, dari kejauhan kami mengira dia adalah elang ospray yang sedang soaring di area tambak Bandar bima, ketika sudah dekat kami (saya dan Dudin Arddiansyah) sedikit kecewa karena ternyata elang laut, kami merasa tidak perlu untuk mendokumentasikannya, karena sudah banyak frame yang kami dapatkan untuk jenis ini, tidak di sangka, datang ELPP lagi dari arah belakang kami yeng mendekat ke arah ELPP pertama, suara kicauan mereka membuat kami terhentak sebentar sambil bertanya, apa yang mereka lakukan, mereka seperti berkelahi di udara, berebut sesuatu, dengan sigap kami arahkan lensa kami ke dua individu tersebut tampa sadar setingan kamera kami kurang pas, kejadian berlangsung sekitar 30-an detik setelah itu mereka pergi entah kemana, ketika melihat hasil di kamera, kami kecewa berat, ternyata setingan kamera kami tidak sesuai untuk mendokumentasikan kejadian tersebut, sungguh kecewa, namun bagi saya, kejadian tersebut tidak akan pernah terulang dalam waktu dekat, mencoba mennyelamatkan beberapa file dengan sedikit oleh digital akhirnya dapatlah beberapa frame yang sedikit pas pencahayaan dan lainnya.
Continue reading Moment Birdslife

Cikrak Kutub / Arctic Warbler (Arctic Leaf-Warbler) / Phylloscopus borealis (H. Blasius,1858)

Cikrak Kutub (c) Gizan Hila | Abdul Azis

Ada burung sejenis cikrak daun dari wilayah utara Eropa, Asia, dan Amerika yang menjelang musim dingin pasti nyelonong ke Indonesia. Para ahli burung (ornitholog) Indonesia menamakannya cikrak kutub / arctic warbler (Phylloscopus borealis). Biasanya mereka mulai datang pada September atau Oktober, dan berada di negeri kita hingga Maret atau April tahun berikutnya
Ada yang spesial ketika saya mengabadikan jenis ini di hutan desa Mangge Bima NTB, jenis yang begitu lincah berpindah tempat dari satu ranting ke ranting yang lain, sampai saya berhenti sejenak untuk mengabadikannya dan hanya memperhatikannya, dia menyelip di sela ranting-ranting yang kecil sehingga saya hanya bisa melihat.
Suaranya yang begitu melengking hingga saya lumayan terpesona untuk beberapa saat, ada beberapa pasang jenis ini ketika saya berada di dekatnya, tidak terlalu jauh saya mengabdikannya, cukup duduk diam di rimbunan semak dengan memakai kain kauflase, mengadikan jenis ini adalah hal yang asik, dan membuat vidio tentang ini lumayan menanatang.
Cikrak Kutub, dalam bahasa indonesianya, namun dalam bahasa bima, dia di panggil kari’i kacero na’e, entah kenapa dalam nama bima selalu saja masuk Na’e gitu ketika melihat jenis yang besar. dalam dunia ornotologi, cikrak kutub berkembang biak di daerah selatan (daerah dingin) atau daerah utara, dia merupakan burung migran, namun di Bima dia sudah jadi penetap.
Continue reading Cikrak Kutub / Arctic Warbler (Arctic Leaf-Warbler) / Phylloscopus borealis (H. Blasius,1858)

Terik Australia / Australian Pratincole / Stiltia isabella (Vieillot, 1816)

terik Australia / S. Isabella

ada cerita menarik dari pengambilan gambar terik australia ini.
“Pada awalnya, saya menduga ini adalah apung tanah, karena hanya bermain dan meloncat-locat layaknya apung, namun ketika saya dekatin untuk pertama kalinya, saya heran, dia tidak pergi menjauh malah dia memperhatikan dengan seksama saya datang, sayapun menunggu beberapa saat, diapun tidak pergi, ya sudahlah, saya abadikan gerak gerik dia, seelah puas, saya cari referensi di internet apakah jenis ini, ternyata dia adalah salah satu tamu jauh yang datang berkunjung ke Bima NTB, selamat datang sahabat, lestari selalu dirimu di alam bebas.”

Terik Australia atau S. Isabella merupakan salah satu jenis burung migrasi yang datang di wilayah Bima NTB, diabadikan pertama kali oleh saya di dekat Bandara Bima NTB pada tanggal 10 Juni 2015 dan kami kembali pada tanggal 16 Juni 2015 jenis ini masih ada di dekat bandara dengan jumlah individu sebanyak 4 ekor (yang terpantau).
Continue reading Terik Australia / Australian Pratincole / Stiltia isabella (Vieillot, 1816)