Tag Archives: a77ii

Aku, Kamu dan Kangkok Ranting

Berharap bisa menulis seperti seorang kawan di jauh sana, apa yang dia pikirkan sebenarnya, namun itulah, kadang apa yang kita tulis pertama kali itu adalah sesuatu yang benar-benar keluar dari pikiran yang sedikit jernih, ya jernih ada debu-debunya dikit, ga jernih-jernih amat, tidak bening-bening amat juga, namun di batas abu-abu, yup itu sudah.

Seorang kawan yang baru aku kenal di area pertemuan para pengamat burung indonesia, kocak dan penuh dedikasi, banyak candaan bersama beliau selama tiga hari dalam kebersamaan dibawah tenda biru, ketika di suruh untuk membawakan presentasi, yang kelura hanya celetukan dan banyolan yang seger yang tidak lepas dari inti permasalahan yang dia dan kawan-kawannya bawa, burung, ya burung, kenapa dan mengapa, entahlah, hanya tuhan yang tau kenapa dan mengapanya.

kangkok ranting
kangkok ranting

Continue reading Aku, Kamu dan Kangkok Ranting

Advertisements

Masih ada panas di Toro Doro

Jam 11 malam, perjalanan dari daerah pusat pemerintahan kabupaten Dompu menuju selatan Dompu, tepatnya arah Lakey Peak atau pantai lakey yang berhadapan langsung dengan samudera selatan, tujuan utamanya bukan ke pantai Lakey, namun ke salah satu spot Mata Air Panas Bumi yang berada di perbatasan Dompu dan Kabupaten Bima, tepatnya di daerah Nanga Doro atau masyarakat setempat menyebutnya Oi Pana.
Dalam bahasa indonesia, Oi Pana adalah Air Panas, salah satu keajaiban yang ada di wilayah dompu bagian selatan yang berjarak 1 jam perjalanan dari wilayah pusat pemerintahan kabupaten Dompu.

Kubangan Air tawar diatas sumber mata Air Panas Bumi di Nanga Doro / Toro Doro / Oi Pana

Ketika sampai di lokasi Sumber mata Air panas Bumi tersebut pada jam 5 pagi, kami sebelumnya mendirikan tenda di atas lokasi tersebut, di sebuah bbukit yang menghadap langsung ke lautan lepas bagian selatan atau samudera selatan, pemandangan malam ketika bulan mati merupakan satu keajaiban tersendiri, langit bertabur bintang, galaksi bimasakit yang nampak jelas dan bagi yang ingin memanaskan sensor kamera DSLR atau SLT atau Mirrorlesnya bukit tersebut adalah salah satu spot yang sangat tepat untuk menyiksa sensor kamera anda.
Continue reading Masih ada panas di Toro Doro

Garam, Asin dan Bima

Indonesia merupakan negara kepualauan, otomatis di kelilingi oleh lautan dan teluk yang sangat indah, namun dibalik itu semua, ada satu rahmat tuhan yang sering di manfaatkan oleh manusia untuk membantu dan membuat masakan jadi nikmat “Garam”, ya dalam bahasa bima, Garam adalah “Sia”, namun jangan mengucapkan kata “sia” kepada seseorang yang sedang berbicara dengan kita, karena makna kata “sia” bukan hanya untuk garam, namun kata “sia” bisa berarti “dia”, jika ditambah dengan “doho” maka berarti “mereka”, itu konteks percakapan dengan orang dan sedang membicarakan orang lain.
dahulu, garam merupakan barang sakral (setidaknya), namun sekarang di Bima akan sangat mudah mendengar kata “sia sia siaaa, sampuru riwu sakampi, siaaaaa” yang artinya adalah “garam garam garaaaam, sepuluh ribu satu karung, garaaaaaam” kata tersebut keluar dari speaker toa dari mobil pickup atau mobil bak terbuka yang berkeliling dari pelosok ke pelosok Bima untuk menawarkan garam ke tiap penduduk.

Garam segar yang di produksi secara tradisional di wilayah Kec. Woha dan Bolo Kab. Bima

Menurut sebuah referensi, pembuatan garam dilakukan di tambak, Tambak Garam adalah kolam dangkal buatan yang dirancang untuk menghasilkan garam dari air laut atau air asin lainnya. Air laut atau air garam dimasukkan ke kolam besar dan air dipisahkan dengan garam melalui penguapan alami yang memungkinkan garam untuk dipanen. Selama lima tahun yang dibutuhkan bagi air teluk untuk benar-benar berubah menjadi air garam, air tersebut dipindahkan dari satu kolam penguapan ke kolam yang lain. Pada tahap akhir, ketika air garam sepenuhnya jenuh, ia dipompa ke Crystalizer di mana hamparan garam setebal 5 sampai 8 inci siap dipanen.
Continue reading Garam, Asin dan Bima

Mbawa, Ncuhi dan Donggo

sunrise [at] Uma Ncuhi / Uma Leme

masih tentang bima, negeri para raja yang menjunjung tinggi adab agama, negeri yang masih menjunjung tinggi tata krama adat istiada kepada manusia dan Tuhan.
Berbicara mengenai kerajaan bima dalam kontaks sejarah, saya bukanlah pakarnya, saya bukanlah mengetahui sedikit dari sejarah tersebut, namun saya penikmat keindahan yang ada di bima ini, ya walaupun di bilang bahwa bima ini bukan kategori “fotogenik” atau yang biasa di katakan oleh kawan saya “mengambil foto pemandangan di bima sangat susah untuk terlihat cantik, namun mengambil foto yang ada di daerah lombok sangat mudah untuk mendapatkan foto yang cantik karena sudah foto genik” itu kata kawan saya.
Namun bagi saya, ada tantangan tersendiri ketika mengambil pemandangan yang ada di bima, salah satunya adalah di daerah Mbawa tepatnya di UMA NCUHI / UMA LEME. butuh waktu yang sangat tepat untuk mendapatkan warna yang pas, dan butuh hari yang tepat untuk mendapatkan cahaya yang tepat.
Continue reading Mbawa, Ncuhi dan Donggo

Sanca Batik / Python reticulatus

Sanca kembang atau sanca batik adalah sejenis ular dari suku Pythonidae yang berukuran besar dan memiliki ukuran tubuh terpanjang di antara ular lain. Ukuran terbesarnya dikatakan dapat melebihi 8.5 meter dan merupakan ular terpanjang di dunia. Lebih panjang dari anakonda (Eunectes), ular terbesar dan terpanjang di Amerika Selatan. Nama-nama lainnya adalah ular sanca; ular sawah; sawah-n-etem (Simeulue); ular petola (Ambon); dan dalam bahasa Inggris reticulated python atau kerap disingkat retics. Sedangkan nama ilmiahnya yang sebelumnya adalah Python reticulatus, kini diubah genusnya menjadi Malayopython reticulatus.

Sanca Batik / Piton Batik

Continue reading Sanca Batik / Python reticulatus

Oriental Plover / cerek asia

Ada banyak jenis burung yang ketika musim migrasi datang ke daerah bima NTB, salah satunya adalah oriental plover atau yang biasa di sebut dengan cerek asia, pada awalnya saya sendiri sempat bingung dengan jenis ini, karena sedikit perbedaan dengan terik australia yang datang 2 minggu sebelum kehadiran oriental plover ini.

Oriental Plover / Cerek Asia

Dari ukuran dan warna memang tidak ada perbedaan mencolok kedua jenis ini, hanya yang membedakan adalah jenis dan warna mulutnya, jika pada terik australia warna mulutnya ada sedikit merah, maka pada jenis ini warna mulutnya hitam semua.
Continue reading Oriental Plover / cerek asia