Kuntul Kecil (Bango Moti)

Kuntul Kecil (Bango Moti)

Masih bermain dengan Aves.
Kembali lagi ke dunia Aves, dunia yang penuh dengan keindahan, dunia yang terbang, dunia yang hanya bisa dinikmati dalam sekejap, berubah dan terus berubah.
Aves, memang harus diakui, dia merupakan satwa yang sangat dominan di negara ini, Indonesia, hampir semua avest ada, dari yang kacil sampai yang besar, dari garuda sampai sepupunya garuda, Elang Flores.
Tentang kuntul putih kecil ini, biasanya hidup di daerah rawa, sawah yang berair, dan tambak-tambak masyarakat, dalam bahasa Bimanya dia disebut “bango moti”.
Continue reading Kuntul Kecil (Bango Moti)

Advertisements

Punce (kenangan waktu itu)

Punu Nence (punce) Kota Bima.

Selingan dikala tidak memotret burung dan habitatnya.
tidak semata untuk mendedikasikan hidup kepada satwa liar, namun adakalanya kita terutama saya ingin melihat indahnya pemandangan alam yang terbentang di luar sana, menikmati udara dingin walaupun tidak dingin-dingin amat, menikmati makanan yang jauh dari kata sedap dan indah dipandang, menikmati kesendirian ketika bersama.
Memang banyak yang harus di jelajahi, namun setidaknya, langkah kecil kita terutama saya mungkin bisa memberikan sedikit nuansa yang berbeda.
Continue reading Punce (kenangan waktu itu)

kacamata wallacea / zosterops wallacei

Sikatan Matari / Kari’i Kacero

kacamata wallacea, zosterops wallacei¬†dalam bahasa indonesianya, namun masyarakat Bima NTB biasanya menyebut burung ini dengan Kari’i Kacero.
Burung ini biasanya hidup di areal perkampungan masyarakat namun kadang juga hidup di hutan belantara. Dengan habitat aslinya di semak-semak, kadang tidak mudah mengambil gambar burung ini jika berada di alam bebas seperti hutan dan lain sebagainya, namun sangat mudah mengambil burung ini ketika berada di halam rumah kita, apalagi rumah kita rimbun dengan pepohonan semacam jambu air atau mangga, ketika musim berbunga, burung ini banyak ditemukan di sekitar rumah kita.
Sikatan matari sekarang banyak diburu oleh masyarakat untuk dijadikan burung peliharaan dan burung kicau, kadang masyarakat juga memburu burung ini dengan senapan angin, mungkin habitat mereka masih banyak jadi masyarakat sedikit berleha untuk memburunya.
Continue reading kacamata wallacea / zosterops wallacei

Bubut Alang-Alang

Bubut Alang-Alang

Di-Bima, burung ini biasanya disebut “cangkodo” atau “sangkodo”, biasanya burung ini hidup di ladang-ladang masyarakat, dan habitatnya di Bima masih sangat banyak.

Ketika mengambil gambar Bubut ini, kadang mudah kadang susah, mudah karena dia sangat jinak ketika kita tidak bergerak, susah ketika dia kaget melihat kita dan langsung terbang.
Bubut ini biasanya hinggap di dahan-dahan yang dekat dengan tanah, jadi sangat susah ketika mencari dia, di samping itu dia sangat sensitif, dia juga tidak suka di ganggu.
Bubut alang-alang.

Cabai Dahi Hitam

Cabai Dahi Hitam

sedikit yang kita tahu tentang ragam burung (avest) di dunia ini, namun itulah keindahannya, tidak gampang memang melihat secara mata telanjang, karena dapat di pastikan apa yang di lihat dengan mata telanjang semuanya pasti mirip, kita memang membutuhkan alat, baik itu teleskop, lensa dan kamera dan lain sebagainya, dan yang pasti, kita akan sangat puas dengan hasil yang akan kita dapatkan nantinya.

Continue reading Cabai Dahi Hitam

kirik-kirik laut

SONY DSC

salah satu jenis burung yang ada di kawasan wallacea, jenis ini masih banyak dan masih tersebar di beberapa kawasan, seperti NTB, NTT, sulawesi bahkan sampai di Papua.
Ada dua beberapa jenis burung ini, kirik-kirik laut dan kirik-kirik Australia, dimana dua jenis ini tersebar di beberapa wilayah di NTB, khusus di Bima, persebarannya masih merata, mulai dari Sumbawa sampai ke Sape.
Continue reading kirik-kirik laut

Foto itu jelek

Yang penting foto kaka, jangan pernah berhenti untuk mendpokumentasikan semua kegiatan kita, tak peduli kegiatan itu seuupil atau seabrek, yang penting dokumentasi, tidak pandang bulu dokumentasi macam apa yang kau ambil, yang penting dokumentasi untuk dikenang dan di saksikan lebih lanjut oleh orang lain.
Toh, nanti pada suatu saat, dokumentasi kita pasti di lihat oleh orang, pasti di lirik, dan pasti di tanya dimana dan kapan itu di dokumentasikan….
jikapun tidak bisa untuk di dokumentasikan, cukuplah mengingat kejadian waktu itu, dan ceritakan kepada anak cucumu bahwa disana pernah kau ijakkan kakimu dan melihat kehidupannya…. nikmat itu tak tertandingi…

646_1075544161631_730_n

 

=- puncak merapi tahun 2006 silam-=

Continue reading Foto itu jelek

Belajar, Berjalan, Abadikan, Nikmati

%d bloggers like this: