Elang Alap Kelabu / Accipiter hiogaster (Variable Goshawk ) / Ngehi

Dalam bahasa bima, jenis ini sering di sebut Ngehi, bukan Ngohi atau ngaha, karena dari tiga bahasa tersebut memiliki arti yang sungguh jauh berbeda dan saya tidak perlu menjelaskan semuanya itu.
persebaran di Bima khususnya daerah Kota bima dan kabupaten bima dari jenis ini merata, namun semenjak Sindikat terbentuk, terpantau secara rutin di daerah lambu bagian sleatan yaitu daerah sekitar DAM Diwu Moro (DAM Sumi), Daerah kalate Niu (Wawo), daerah lambitu (kaowa dan sekitarnya), dan laporan yang terakhir di dapatkan oleh team sindikat di sumbawa barat tepatnya di area mantar (Sumbawa barat), namun tidak menutup kemungkinan daerah-derah yang lain juga di kawasan (sisa) hutan daerah bima masih banyak semisal daerah selatan yaitu karumbu dan sekitarnya, daerah utara semisal wera dan sekitarnya.

Elang Alap Kelabu [at] kalate niu wawo bima NTB.
Elang Alap Kelabu [at] kalate niu wawo bima NTB.

Laporan masyarakat tentang keberadan jenis ini memang sangat membantu dalam melakukan beberapa pengamatan, khusus di daerah kaowa (lambitu bagian perbatasan dengan kota bima), ditemukan bekas sarang dari alap-alap kelabu ini namun tidak terdokumentasikan, dan terakhir pada bulan 12 tahun 2016, terpantau sarang aktif di sekitar area perladangan warga.
jenis ini di bima pada umumnya sama dengan jenis-jenis yang berada di daerah wallacea lainnya khususnya di daerah sunda kecil, sampai dengan saat ini, team sindikat belum menemukan jenis ini dalam varian putihnya, apakah karena perbedaan suhu dengan papua atau bagaimana, butuh penelitian lebih lanjut untuk permasalahan tersebut, namun team sindikat bersyukur karena jenis ini sudah terekam dalam database international melalui tangan dinginnya komandan Olan dan kamerad Jericho yang memecahkan rekor perjumpaan pertama di wilayah bima walaupun sebelumnya masyarakat sudah menemukan terlebih dahulu…. (anggaplah begitu).

elang alap kelabu [at] kalate niu wawo kab. bima
elang alap kelabu [at] kalate niu wawo kab. bima

Dengan Berukuran besar (41-50 cm). Memiliki dua fase bulu: fase putih yang khas dan fase abu-abu yang mirip dengan Elang-alap Coklat tetapi tidak memiliki kerah merah-karat. Sera jingga kuning, tubuh bagian bawah merah-karat polos. Remaja: tubuh bagian bawah keputih-putihan atau bungalan ber-strip dan berpalang tebal.
Predator alamiah yang membantu petani dalam mengendalikan hama tikus dan sejenisnya ini merupakan predator yang juga sering menjadi musuh bagi para peladang, sering memangsa anak ayam yang di lepas di ladang oleh para peladang sehingga sering di buru untuk di usir, namun lebih dari itu sebenarnya, jenis ini mampu menjadi sebuah senjata dalam rantai makanan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s