PPBI-VI [at] Lombok, PPBI-VII [at] Bima

Indonesia dengan negara yang berbentuk kepulauan sungguh merupakan sebuah tempat yang sangat indah ketika di jelajahi setiap pelosoknya, menyimpan beragam pesona dan keindahan yang tiada tara yang rata-rata bisa mempresentasikan se isi jagat ini, apa yang tidak ada di indonesia, semuanya ada, bahkan hal-hal terkecilpun ada di indonesia ini.
Tidak perlu jauh-jauh kita harus berjalan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk menikmati keindahan yang ada di negeri indonesia, cukup sehari atau dua hari saja kita sudah bisa menikmati ciptaan tuhan yang maha sempurna di negeri ini.

bukan hanya menyimpan beragam keindahan pemandangan, namun keindahan satwanyapun pantas diperhitungakan oleh belahan bumi lain, satwa apa yang tidak ada di indonesia, semua ada, bahkan dinosauruspun ada di indonesia yang berubah menjadi KOMODO dan bangsanya. apa yang tidak ada di indonesia, semua ada.
Dari keberadaan satwa tersebut, sedikit warga indonesia yang mengetahui keberadaan di habitat aslinya, bahkan bisa dibilang sangat minim, namun belakangan ini, anak negeri ini sudah sangat kreatif dan memiliki mimpi yang sangat besar untuk keberlangsungan flora dan fauna yang ada, dengan terbitnya beberapa buku karya anak bangsa, mulai dari reptile (bangsa ular) karya Riza Marlon (kang caca), tulisan-tulisan ilmiah yang di akui oleh ahli ornitolofgi dunia oleh bang Muhammad Iqbal, aplikasi-aplikasi keren pengamatan satwa alam liar berupa AVES oleh team birdpacker baik itu Atlas Burung Indonesia (ABI) ataupun aplikasi andorid BURUNGNESIA, website Kutilang.com sebagai rujukan dan masih banyak lagi.
tahun 2007 silam, sekumpulan para pengamat burung indonesia mengadakan pertemuan perdana untuk membahas perkembangan dan data-data terbaru tentang perburungan yang ada di indonesia, pertemuan pertema diadakan di jogja.
Tahun 2016 di bulan oktober, Lombok di pilih menjadi tuan rumah dari PPBI-VI, apa sebenarnya PPBI ini, jika di pilah perhuruf PPBI merupakan PERTEMUAN PENGAMAT BURUNG INDONESIA, kenapa burung saja? selain satwa alam liar berupa burung / aves, reptile dan mamalia serta serangga juga merupakan bagian dari kegiatan ini, kegiatan yang sangat positif untuk memperkenalkan dunia binatang kepada generasi kita selanjutnya, bukan hanya sebatas kata yang hanya akan mengundang decak kagum dan bingung serta kata “ooo” saja, namun lebih dari itu harapan selanjutnya adalah kedigdayaan indonesia dalam keberadaan satwa di dunia.
dari pertemuan ini, banyak yang didapatkan oleh peserta, mulai dari sharing informasi tentang habitat dan satwa yang ada di setia daerah di indonesia, tata cara penulisan jurnal yang akan dimuat di media international, dan masih banyak lagi, selain itu, hadirnya para penggagas dari aplikasi burungnesia yang merupakan salah satu point penting dalam pemetaan burung nusantara.
di PPBI-VI ini, selain membahas mengenai masalah-masalah diatas, diadakan pengamatan bersama apa yang ada di kawasan taman wisata alama kerandangan lombok, celepuk rinjani merupakan target utama selain paok laus dan sikatan dada merah dan kaki gosong merah, semuanya lengkap dan bisa di dokumentasikan secara baik oleh semua peserta yang hadir.
Pantauan migrasi raptor di bukit nipah juga dilaksanakan, selain itu, pengamatan satwa burung di pulau air (gili air) membawa hasil yang memuaskan dengan ditemukannya rumah baru bagi raptor migran disana.
PPBI-VII akan diadakan di bima, silahkan berkunjung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s