ecowisata kaowa

Mungkin terlalu naif ketika pribadi saya mengungkapkan ECOWISATA KAOWA, ya itu terlalu naif bagi saya, namun itu cita-cita saya untuk sebuah desa di atas gunung sana, desa yang begitu ramah terhadap kedatangan para tamu, desa yang masih memiliki beberapa tradisi suku mbojo, desa yang memiliki cerita tersendiri dalam kehadiran dana mbojo.

salah satu pemuda yang peduli terhadap kelangsungan ekosistim desa kaowa
salah satu pemuda yang peduli terhadap kelangsungan ekosistim desa kaowa

Banyak yang mengatakan bahwa Ecowisata di bima pada umumnya hanyalah sebuah khayalan tingkat tinggi yang tidak akan bisa di gapai dalam 10 tahun kedepan, namun bagi saya (pribadi) itu mungkin saja bisa lakukan, kesadaran masyarakat bima pada umumnya tentang penggunaan lahan dan pembukaan lahan baru di beberapa bukit yang ada sudah semakin berkurang (katanya).

Selain Ecowisata desa kaowa, dahulu pernah saya dan kawan-kawan sindikat pernah mencetuskan desa wisata dan desa ecowisata lambu tepatnya di dusun mangge luar dan mangge dalam, namun itu masih belum terealisasi sampai dengan sekarang, mungkin hanya waktu yang akan bisa menjawabnya untuk kedepan di generasi selanjutnya.
Sekarang saya fokus pada pengembangan Ecowisata desa kaowa, kenapa harus kaowa, dilihat dari sisi ekosistim, kaowa dan sekitarnya merupakan daerah resapan air yang menopang keberadaan air baku dan air tanah yang ada di kota bima, selain itu, dengan keberadaan hutan sonokeling yang menjadi hutan negara, itu merupakan sebuah langkah awal yang bisa dijadikan sebuah ide untuk perancangan kedepannya.
Selain itu, ada beberapa spesies satwa yang masih bertahan di seputaran kaowa yang merupakan satwa endemik wilayah wallacea pada umumnya dan wilayah NTB pada khususnya, semisal cekakak tunggir putih, paok laus, sepah kerdil, nuri pipi merah, cakakua Tanduk, kepuudang sungu sumba, kepudang kuduk hitam dan masih banyak lagi yang lainnya.

pemuda penjaga alam desa kaowa
pemuda penjaga alam desa kaowa

Dilihat dari potensi tersebut, akan sangat mungkin untuk membuat sebuah ide tentang Ecowisata, keberadaan pemuda yang sudah mulai mengerti akan keberadaan dan keberlangsungan hutan disekitar mereka, penjagaan hutan dan lain sebagainya akan sangat mendukung untuk hal tersebut.
Kenapa tidak? ya kenapa tidak, namun ada beberapa tantangan yang pastinya akan dihadapi dalam hal perancangan Ecowisata ini, salah satunya adalah peredaran senapan angin di kota dan kabupaten bima yang menjadi sebuah momok untuk satwa liar, harus ada perda yang mengatur itu semua, bukan hanya keputusan KAPOLRI namun harus ada kebijakan dari desa sendiri untuk meminimalisir keberadaan senjata angin ini.
_to be continue

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s