Sanca Batik / Python reticulatus

Sanca kembang atau sanca batik adalah sejenis ular dari suku Pythonidae yang berukuran besar dan memiliki ukuran tubuh terpanjang di antara ular lain. Ukuran terbesarnya dikatakan dapat melebihi 8.5 meter dan merupakan ular terpanjang di dunia. Lebih panjang dari anakonda (Eunectes), ular terbesar dan terpanjang di Amerika Selatan. Nama-nama lainnya adalah ular sanca; ular sawah; sawah-n-etem (Simeulue); ular petola (Ambon); dan dalam bahasa Inggris reticulated python atau kerap disingkat retics. Sedangkan nama ilmiahnya yang sebelumnya adalah Python reticulatus, kini diubah genusnya menjadi Malayopython reticulatus.

Sanca Batik / Piton Batik


di Bima NTB, jenis ini masih sangat mudah di jumpai di beberapa daerah baik itu di daerah perkotaan ataupun daerah pedesaan dan pedalaman kabupaten, khusus di wilayah pedalaman kabupaten bima seperti daerah Sape dusun Mangge, jenis ini merupakan jenis yang masih sangat banyak untuk di jumpai di beberapa tempat, salah satunya adalah di DAM Sumi.
Pada malam hari, jenis ini sering mencari mangsa di sekitaran aliran sungai dan aliran irigasi lahan pertanian warga, sehingga banyak yang mati di bunuh oleh para petani dan peladang karena dianggap mengganggu aliran air yang akan masuk ke lahan pertanian mereka dan di anggap sering memburu mangsa berupa hewan ternak mereka seperti kambing dan anak sapi serta kerbau.
dialam liar, mangsa jenis ini adalah hewan-hewan kecil yang sedang beristrihat seperti anak ayam hutan, ayam hutan, anak babi hutan, atau hewan berkaki empat lainnya yang kecil.
di Bima NTB, ada mitos yang masih berkembang sampai saat sekarang, ketika jenis ini sudah sangat tua dan besar (bisa di katakan besarnya seperti sebuah Drum minyam), maka dia tidak akan keluar dari sarangnya, dan yang mencarikan untuk dia adalah anak-anaknya, sering bersarang di gua-gua batu cadas atau di tebing-tebing hutan, berkembang biak dengan bertelur lebih dari 20an telur.
di daerah bukit padende (sila Bima NTB), ada satu cekungan tebing dimana cekungan tersebut berisi piton seluruhnya, ketika kita melewati teing tersebut, kita tidak akan pernah tau bahwa tebing itu penuh dengan piton, namun ketika melihat ke arah bawah dari tebing itu, akan tampak kilauan sisik piton yang begitu banyak (cerita dari masyarakat yang menyaksikan langsung).
di daerah Tambora, sama kasusnya dengan daerah Padende, namun disana pernah terlihat jejak piton yang sebesar drum (cerita bang Christian).dan masih banyak mitos-mitos lainnya yang masih diceritakan sampai sekarang di wilayah bima NTB ini husus untuk jenis piton ini.

_Gizan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s