Raja Udang Api/ Rufous backed Kingfisher

Raja Udang Api / Raja udang Punggung Merah /

Sudah banyak yang menulis tentang jenis yang satu ini, namun bagi saya (pribadi) ketika berhadapan dengan jenis ini ada rasa gemetar dan alah tingkah, dari tahun 2011 silam sampai tahun 2014 akhir baru bisa saya dokumentasikan jenis yang ini, dan memang, jenis ini lumayan sensitif terhadap kehadiran manusia di sekitarnya, namun ketika sudah berhadapan dengan manusia yang bersembunyi di sampingya akan sangat mudah mendokumentasikan jenis ini.
Sedikit cerita, untuk mendapatan jenis ini, saya bersama kawan-kawan rela berjalan dalam hutan rimba menyusuri sungai kecil pada malam hari, yeach, walaupun bahaya mengintai, namun usaha tersebut membuahkan hasil, mendapatkan jenis ini dengan jarak yang sangat dekat dan mendokumentasikannya secara puas pula, bersyukur pada tuhan kami malam itu.

Raja Udang Punggung Merah [at] Sape Mangge Bima NTB

dari hasil googling saya mengenai raja udang, ada beberapa tulisan yang membuat saya tertarik, saya sadur sedikit :
[Raja-udang adalah nama umum bagi sejenis burung pemakan ikan dari suku Alcedinidae. (Sementara penulis, dengan mengikuti taksonomi baru yang dirintis Sibley-Ahlquist pada tahun 1990an, memecah suku ini menjadi tiga suku: Alcedinidae, Halcyonidae, dan Cerylidae).

Di seluruh dunia, terdapat kurang lebih 90 spesies burung raja-udang. Pusat keragamannya adalah di daerah tropis di Afrika, Asia dan Australasia.] [http://id.wikipedia.org/wiki/Raja-udang]

untuk deskripisnya saya sadur dari [http://www.kutilang.or.id/2012/10/23/udang-punggung-merah/]
[Deskripsi
Berukuran sangat kecil (14 cm), Berwarna kemerahan. Tubuh bagian bawah kuning, tubuh bagian atas merah-karat tua, dengan pantulan ungu dan strip ungu pada punggung sampai ke bawah mencapai penutup ekor atas. Perbedaannya dengan Udang api adalah warna merah-karat dibandingkan mantel hitam, tidak ada bintik biru pada dahi dan di belakang mata.]
[Penyebaran dan ras
Semenanjung Malaysia, Sumatera termasuk pulau-pulai di lepas pantai, Kalimantan, Jawa dan Bali.
Terdiri dari 3 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

erithaca (Linnaeus, 1758) – India barat-daya (dari Bombay ke selatan) sampai Sri Lanka, dan dari Bhutan ke timur sampai China selatan (Yunnan, Hainan) serta ke selatan sampai Sumatera dan kepulauan di sekitarnya.
macrocarus Oberholser, 1917 – Kep. Andaman, Kep. Nikobar, dan kepulauan lepas pantai barat Sumatera (Simeulue, Nias, Batu).
motleyi Chasen & Kloss, 1929 – Filipina utara-tengah & barat (Mindoro & Panay sampai Palawan) ke selatan sampai Kalimantan dan Jawa, serta ke timur sampai Sumbawa dan Flores.

Tempat hidup dan Kebiasaan
Tidak umum di hutan primer dan hutan sekunder dataran rendah serta hutan mangrove. Burung pemalu, tinggal di lantai hutan lebat, di dekat sungai kecil. Terbang sangat cepat sambil bersuara.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan internasional : –
Perlindungan : UU No. 5/1990, PP No. 7/1999]

semoga bermanfaat untuk kita semua.
jaga alam, jaga satwa, maka alam dan satwa akan menjaga kita.
salam lesatari selalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s